Rumah Sains Iqra Annisa

Seperti halnya belajar bagaimana “melakukan pekerjaan”, seperti belajar membaca, menghitung, sains juga merupakan proses sepanjang hidup. Anak-anak dari segala umur akan memperoleh manfaat dari menganalisa situasi “sains”. Mereka perlu dorongan untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman sains di alam, menjelaskan apa saja yang mereka lihat dan jumpai, mengulangi pengalaman sains itu, dan mencoba menelaah mengapa peristiwa sians itu bisa terjadi.

Karena itu perlunya sejak usia dini anak mulai diajak untuk mengenali peristiwa sains. Agar anak kita memiliki kinerja yang baik saat duduk di bangku sekolah lanjutan atas, maka Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau sekolah taman kanak-kanak perlu memasukkan sains dalam kurikulum mereka.

Memberikan kesempatan bereksperimen kepada anak-anak berarti mendorong mereka untuk berani mencoba. Suatu sifat mental yang kini amat berharga dan langka di dunia orang dewasa. Banyak sungguh orang dewasa yang terpenjara oleh ketakutan dan kecemasan yang diciptakan oleh pikiran sendiri. Amat sering kita jumpai orang-orang yang tak berani mengambil resiko, memilih diam, menghamba kepada kemapanan. Jikalau kesempatan untuk berani mencoba terus menerus diberikan kepada anak-anak, maka sangat mungkin kelak mereka tumbuh menjadi manusia penempuh resiko, sang pembuka jalan, sang pencatat sejarah.

Selain itu melakukan eksperimen adalah pintu yang paling asyik untuk memasuki dunia sains. Kalau dilakukan di masa kanak-kanak, maka ia berpotensi besar untuk menjadi memori masa kecil yang menyenangkan. Saat bertambah usia dan tiba waktunya mereka mendalami sains dengan disiplin yang lebih “serius”, maka memori masa kanak-kanak itu akan bermetamorfosis menjadi sebentuk persepsi, bahwa sains itu menyenangkan!

Tatkala sains menjadi menyenangkan, maka energi yang besar akan bersemayam di dalam diri anak-anak. Ketakutan dan kecemasan bahwa sains itu menyeramkan dapat dipastikan akan terkubur dalam-dalam. Kalaulah itu terjadi, sungguh berbahagialah bangsa ini. Mimpi untuk menyejajarkan diri dengan bangsa-bangsa dunia dalam hal sains dan teknologi bukan lagi bagai pungguk merindukan bulan.

Biarkan anak-anak melakukan kegiatan praeksperimen, seperti mengumpulkan batu, melambungkan bola, membaca tentang dinosaurus dan cara memasak (semunya merupakan kegiatan sains), menambah perbendaharaan kata mereka dengan mendiskusikan pemikiran mereka, dan memberikan mereka kesempatan untuk bertanya berabgai macam pertanyaannya semuanya dimasukkan kedalam kurikulum selama masa kanak-kanak.

Ada sedikit perbedaan antara belajar tentang sesuatu dan mempunyai pengalaman sendiri tentang sesuatu. Kedua kegiatan pembelajaran itu sangat baik. Misalnya, dinosaurus dapat membuat takjub anak-anak prasekolah; namun tidak mungkin mereka punya pengalaman dengan hewan ini. Fosil-fosil dapat  dijadikan subjek dan dasar percobaan.

Sebenarnya banyak kegiatan sehari-hari yang merupakan inti dari konsep sains. Misalnya : Menuangkan Jus, menjelaskan bagaimana cairan selalu mengalir ke bawah. Perhatikan bahwa ada perbedaan antara mengerjakan pasir yang basah dan pasir yang kering, bahwa air yang yang membasahi pakaian kita akan menguap, bahwa daun bergerak karena angin, bahwa bola menggelinding diatas permukaan yang miring, semua kegiatan yang tampaknya biasa ini sebenarnya membuka peluang munculnya beberapa pertanyaan bagi anak-anak yang memperhatikan mengapa peristiwa itu bisa terjadi.

Apakah masa prasekolah tampak terlalu dini untuk membicarakan tentang metode sains? Tidak ada yang pernah dianggap terlalu awal bagi perkembangan kemampuan anak belajar bagaimana mengajukan banyak pertanyaan dan mendukung keinginan mereka untuk menemukan jawaban, yang merupakan bagian dari metode sains.

Apa metode sains? Metode sains adalah suatu cara untuk memunculkan pertanyaan apa saja untuk ditanyakan, langkah apa yang diambil  untuk menjawab pertanyaan itu, dan kemudian melakukan dengan sebaik-baiknya untuk memastikan bahwa informasi yang telah dikumpulkan tidak bisa. Metode sains, seperti sikap, dapat menjadi kebiasaan di usia belia.

Mengikuti metode sains berarti memusatkan perhatian pada apa yang Anda pikir akan terjadi, membuat hipotesis atau melakukan prediksi (atau bagi anak-anak prasekolah, menebak). Kita dapat membantu anak-anak belajar melakukan hal ini setiap kali Anda membacakan buku kepada mereka, dengan meminta mereka memprediksi apa yang akan terjadi berikutnya dengan cerita ini. Pada akhir cerita, tanyakan kepada mereka jika yang mereka pikirkan akan terjadi tidak menjadi kenyataan. Jelaskan bahwa Anda ingin anak Anda memprediksi (atau menebak) apa yang akan terjadi dan Anda akan menghargai dan menerima semua jawaban. Jawaban mereka tidak selalu sama dengan jawaban Anda.

Bagian yang mengesankan dalam mengajarkan sains kepada anak-anak belia adalah bahwa mereka sering mengikuti pendapat mereka sendiri untuk memanipulasi bahan-bahan dan mungkin tidak  mencontoh sikap model. Misalkan, dalam membuat karton tabung “kazooz”, beberapa anak akan segera menemukan bahwa jika mereka meniup, selain mendengung, kertas lilin yang menutupi ujungnya juga akan terbang. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit bagi setiap anak untuk mencobanya, larut dalam suara dengungan, dan menguji siapa yang paling jauh. Hal ini mungkin mengacaukan pelajaran Suara adalah Vibrasi, tetapi kegiatan ini sangat menyenangkan dan merupakan sains yang hebat (mereka menemukan dunia mereka!).

 

Kita ingin anak-anak memperhatikan apa yang terjadi; bukannya duduk dan mendengarkan apa yang orang lain katakan akan terjadi. Itulah sebabnya mengapa membuat kazoo adalah menjadi akhir yang hebat dari pembelajaran Suara adalah Vibrasi. Akhirnya, setiap anak ingin berhasil dengan kertas lilin yang terbang maupun suara bergetar yang dihasilkan dengan kertas lilin yang terbang maupun suara bergetar yang dihasilkan dengan cara mendengungkan. Masukkan penemuan anak-anak kedalam percobaan atau kenalkan bahan-bahan lebih dahulu sehingga mereka mempunyai waktu untuk mengeluarkan kekacauan mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s