Show Magic

Kegiatan Magic Sains show di SDIT Bintang Cendekia Pekanbaru, salah satu kegiatan mengenalkan, pembelajaran, dan menumbuhkan minat sains pada anak sejak usia dini. Simulasi yang dilakukan diharapkan dapat memotivasi anak dan menimbulkan keinginan untuk bergabung bersama-sama melakukan praktek sains secara bersama-sama dengan guru pembimbing.

Satu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok sehingga setiap kelompok dapat bekerjasama sesama team untuk melakukan praktek sains. Tampak seorang siswa melakukan percobaan Membran Air. Pada sains ini menunjukkan bahwa air mempunyai sifat membentuk semacam lapisan tipis di permukaan air. Tegangan permukaan air ini dimanfaatkan oleh sejumlah hewan kecil untuk bertengger di atas air tanpa tenggelam. Percobaan ini akan menunjukkan seberapa kuat tegangan permukaan air.

Tampak seorang siswa menunjukan hasil kerja kelompoknya.

 

pa yang kalian bayangkan jika balon ketemu api? Ya benar balon akan pecah, tapi bagaimana jika balon diisi dengan air? Apakah balon akan pecah. Tampak seorang siswa berusaha melindungi kepalanya dengan payung dari kertas dan tampak deg-degan setiap kali balon berisi air didekatkan ke api.

Pernahkan kalian membayangkan kenapa mata kita ada dua?

Yuk kita cari tahu, sekarang letakkan satu benda sebagai titik fokus. Kemudian tutup mata kanan dengan tangan kanan, sedangkan tangan kiri menunjuk kearah benda sebagai titik fokus tadi, jika sudah merasa sejajar buka berlahan buka mata kanan yang ditutup tadi. Apakah sekarang telunjuk masih kelihatan sejajar dengan titik fokus ?

  • Ternyata kita dan juga hewan memerlukan 2 mata supaya mengetahui letak suatu benda dengan tepat.
  • Kalau mata kita hanya satu maka kita sering mengira letak sebuah benda lebih dekat daripada letak yang sebenarnya.

 

Mengenal sains sejak dini, sudah kami lakukan di TK Rif! Preschool. Tampak anak-anak antusias menyaksikan guru mereka mempraktekkan sains dan tidak sabar menunggu giliran mencobanya sendiri. Ini yang kami ajarkan di sekolah, anak-anak mempraktekkan langsung sehingga anak mendapatkan pengalaman sains. Sehingga dengan demikian akan timbul pertanyan-pertanyaan dari anak tersebut, “mangapa?” dan “bagalmana?”. Dorong anak untuk mencari tahu “kanapa?”. Ini membantu anak menumbuhkan kecerdasan menganalisa sejak dini.

Tujuan pengajaran dan pembelajaran sains adalah untuk mengembangkan kemampuan dan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk:

  • Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Allah SWT.
  • Mengembangkan rasa keingintahuan terhadap sains dan alam
  • Mendapatkan pengetahuan, pengertian konsep sains dan keahlian dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan dalam konteks sains
  • Berpikir secara analitik, kritis, dan kreatif dalam memecahkan masalah, menilai suatu pendapat, dan membuat suatu kesimpulan dalam konteks sains dan cabang ilmu lainnya
  • Menyadari kelebihan dan kekurangan sains dam implikasinya terhadap perkembangan teknologi
  • Menyadari keterikatan sains terhadap teknologi dan lingkungan sosial
  • Memperlihatkan sikap dan mengembangkan kejujuran dan saling menghormati sesamanya
  • Meningkatkan pengetahuan, konsep, dan keterampilan sains sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya

Sains menekankan cara berpikir kritis dan kreatif dan cara aplikasinya dalam setiap aktifitas pembelajaran. Sains menggunakan beberapa macam format instruksi, seperti: kelas, kelompok kecil, berpasangan dan individual serta bermacam-macam strategi instruksi seperti ceramah, penggunaan alat bantu, bermain peran, simulasi, dan pengadaan sumber bacaan. Strategi pembelajaran ini dapat divariasikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan aktifitas kelas yang sedang berlangsung.

Pembelajaran sains sejak usia dini, membantu anak untuk belajar menganalisis, dan mengenali peristiwa sains, karena ada perbedaan antara belajar tentang sesuatu dan mempunyai pengalaman sendiri tentang sesuatu. Pada pengalaman sains mereka didorong untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman sains di alam, menjelaskan apa yang mereka lihat, menanyakan banyak hal tentang apa yang mereka lihat, mengulangi pengalaman sains itu, dan mencoba menelaah mengapa peristiwa sains itu bisa terjadi. Seperti belajar berhitung atau membaca, belajar bagaimana “melakukan pekerjaan” sains merupakan proses sepanjang hidup.

Sebenarnya banyak kegiatan sehari-hari merupakan inti dari konsep sains. Menuangkan jus, misalnya, menjelaskan bagaimana cairan selalu mengalir ke bawah. Perhatikan bahwa ada perbedaan antara mengerjakan pasir yang basah dan pasir yang kering, bahwa air yang membasahi pakaian kita akan menguap, bahwa daun bergerak karena angin, bahwa bola mengelinding di atas permukaan yang miring – semua kegiatan yang tampaknya biasa ini sebenarnya membuka peluang munculnya beberapa pertanyaan bagi anak-anak yang memperhatikan mengapa peristiwa itu bisa terjadi.

tampaknya biasa ini sebenarnya membuka peluang munculnya beberapa pertanyaan bagi anak-anak yang memperhatikan mengapa peristiwa itu bisa terjadi.

Kebanyakan “peristiwa sains” yang Anda coba bersama anak-anak mungkin tidak terjadi hanya pada masa kanak-kanak mereka. Mereka bisa mendapatkan kesempatan lain membangun pengetahuan mereka dan barangkali muncul beersamaan dengan kesimpulannya pada saat remaja. Jika seorang anak mengajukan suatu pertanyaan, sangat baik mengembalikan pertanyaan tersebut kepada mereka dengan balik bertanya, “Apa yang kamu pikirkan?” Dengan menyediakan waktu bagi anak-anak untuk menjawab pertanyaan yang mereka ajukan, berarti Anda sudah menjadi narasumber bagi mereka.

Nampak sekelompok anak melakukan percobaan sains dalam mengikuti perlombaan sains yang diadakan oleh Al abrar Science Center.

Metode Sains

Menggunakan metode sains, seperti menggunakan cara Anda, dapat menjadi suatu kebiasaan di usia belia. Bagi anak-anak, ini berarti mendorong rasa untuk bertanya, keinginan mencari jawaban, dan kemampuan mengajukan pertanyaan.

Mengikuti metode sains berarti memusatkan perhatian pada apa yang Anda kira akan menjadi, membuat prediksi ataupun menebak. Meskipun tingkat penyelidikan dan percobaan sains ini dilakukan oleh anak-anak prasekolah, tetapi mereka dapat belajar ide-ide mengenai hipotesis, prosedur, hasil dan kesimpulan.

Ketika seorang anak membuat sebuah hipotesis, itu berarti si anak sudah melakukan penelitian sains sendiri. Anak-anak harus mendapatkan kesempatan untuk mengatakan apa yang mereka pikirkan akan terjadi sebelum memulai kegiatan sains dan tentunya sebelum orang dewasa bicara. Jangan biarkan keinginan Anda untuk berbagi fenomena merusak hasil percobaan.

Pertanyaan Siapa yang harus menjawab
Tujuan

 

 

Hipotesis

 

 

Prosedur

 

 

Bahan-bahan

 

 

Hasil

 

Kesimpulan

Mengapa Anda melakukan percobaan ini?

 

Menurut kamu apa yang akan terjadi?

 

Bagaimana cara Anda menguji hipotesis?

 

Bahan apa yang akan Anda gunakan untuk melakukan percobaan?

 

Apa yang terjadi?

 

Menurut Anda mengapa hal ini terjadi?

Guru

 

 

Anak-anak

 

 

Anak-anak dan guru

 

 

Tugas guru adalah menyediakan bahn-bahan

 

 

Anak-anak

 

Anak-anak

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s